Berikut adalah bahan-bahan makanan yang bisa menjadi pilihan :
KARBOHIDRAT
·
Jenis
Serelia
Misal, tepung beras (baik beras merah maupun beras putih), maizena, terigu, dan havermurt. Pemberian dilakukan saat usia bayi 4 bulan untuk yang mendapat MPASI dan usia 6 bulan untuk yang ASI. Setelah diolah umumnya bahan itu dicampur susu menjadi bubur susu. Bila ingin membuat bubur susu sendiri, tepung ini bisa dilarutkan dengan air, kemudian dididihkan. Bisa pula ditambahkan dengan susu formula adaptasi atau ASI.
Semakin besar usianya, semakin padat makanan
tambahan yang diberikan, seperti bubur lumat/saring sampai tim yang setengah
padat.
·
Kentang
Termasuk karbohidrat juga. Diberikan kepada bayi setelah dikukus/direbus dan kemudian dilumatkan.
·
Jagung
Termasuk biji-bijian dan merupakan sumber karbohidrat. Hanya saja tak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 6 bulan, karena bisa menimbulkan gangguan pencernaan.
JENIS BUMBU-BUMBU
JENIS BUMBU-BUMBU
·
Garam
Sebetulnya mengandung natrium yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Hanya saja sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena bisa memperberat kerja ginjalnya. Lagi pula kebutuhan natrium sudah tercukupi lewat makanan.
· Gula
Boleh diberikan dalam jumlah sedikit. Bila terlalu banyak bisa mengganggu pencernaan, bayi bisa mencret atau pada anak yang sudah punya gigi akan mempercepat kerusakan gigi.
·
Lada
Tidak diberikan karena rasanya pedas.
·
Bawang
Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai
lebih baik diberikan di usia 9 bulan karena agak sulit dicerna bayi.
- Vetzin, zat pengawet dan zat pewarna
BUAH-BUAHAN
Semua buah pada dasarnya mengandung vitamin, mineral, dan juga serat. Hanya
saja yang berbeda adalah aroma dan cita rasanya. Buah apa saja boleh diberikan
kepada bayi, tapi lagi-lagi sesuaikan dengan usianya. Ingat alat cernanya masih
belum sempurna. Jangan buah yang rasanya terlalu masam. Pemberiannya mulai dari
buah yang lembek lalu secara bertahap ditingkatkan pada buah yang lebih keras,
seperti irisan apel.
·
Pisang
Umumnya ini merupakan jenis buah yang pertama dikenalkan pada bayi. Pemberiannya dengan dikerok pakai sendok atau dilumatkan. Bisa juga dijadikan campuran untuk bubur susu. Selain mengandung vitamin A, pisang mengandung banyak kalium. Kalium ini biasanya banyak dibutuhkan bila anak terkena diare.
· Pepaya
Mengandung vitamin C dan juga vitamin A. Biasanya
pepaya ini dibuat jus dan diambil airnya. Kecuali kalau sudah berusia 9 bulan,
bayi bisa diberikan pepaya dalam bentuk potongan kecil-kecil.
·
Avokad
Buah ini memiliki kadar lemak tinggi, sehingga
bisa saja menyebabkan bayi mencret. Jadi bila ingin dicoba diberikan, sebaiknya
di usia 6 bulanan.
·
Jeruk
Jangan jeruk yang rasanya masam. Lebih baik diberikan jeruk baby, yang rasanya netral, tak terlalu asam dan tak terlalu manis. Untuk bayi, berikan airnya saja karena kalau dengan seratnya sulit dicerna.
·
Apel
Buah ini seratnya cukup tinggi dan banyak menyerap air dalam usus. Cukup diberikan air atau sari buahnya. Umumnya pemberian apel biasanya diberikan di usia yang lebih besar, misal 6 bulan.
·
Melon,
semangka, dan pir
Buah-buahan ini banyak mengandung air, dapat
diberikan kepada bayi usia 4 bulan dengan cara diblender halus atau disaring
untuk mendapatkan airnya saja. Kalau agak keras, saluran cernanya belum bisa
menerima.
·
Arbei,
stoberi dan nanas
Boleh saja diberikan, hanya mungkin jangan terlalu
dini, karena rasanya agak masam. Begitupun dengan nanas yang rasanya tajam.
Bayipun ada juga yang alergi terhadap buah nanas ini, maka itu pemberiannya
sebaiknya ditunda, tidak di awal.
·
Durian
dan nangka
Buah-buahan ini termasuk yang dianggap bisa merangsang. Terkadang durian yang masak mengandung alkohol yang kurang baik unttuk bayi, dan nangka bisa menimbulkan banyak gas, sehingga buah-buahan ini sebaiknya tidak diberikan di usia bayi.
·
Sawo
dan mangga
Sebaiknya pilih yang sudah matang dan manis. Kalau tidak, getahnya bisa menimbulkan diare.
Demikian semoga bermanfaat.